a libra who writes..

Jumat, Juni 25, 2010

Charlie Bit ME!



This video is so CUTE.....!!!!

Charlie and Harry is soooo Funny!!!

YOU MUST SEE!!

Check this out! Boys Like Girls Live at Jakarta. Late Upload *sory guys =))



Boys Like girl (she's got a boyfriend) Live at JAKARTA INDONESIA

January 25th 2010.

Martin Johnson is so HOT!

Selasa, Juni 22, 2010

SAY NO TO ABORTION!




Akhir akhir ini di internet dan banyak media lagi marak lagi kasus aborsi. memang ga di indonesia, karena kasus itu sudah padam dengan adanya isu politik dan kasus gak penting kaya peterporn yang semakin di beritakan justru semakin dicari -_-'''

Menjalanin kehamilan apalagi yang gak diinginkan memang berat, tapi aborsi bukanlah jalan pintas untuk mengakhirinya... kalau kita melakukan itu sama saja kita mengakhiri secara sepihak! bagaimana nasip si baby!?

banyak orang yang mengatakan kalau janin bukanlah manusia atau belom jadi manusia.. anggapan itu sangat salah! umur 2 minggu pun dia sudah punya kepala, sebulan mereka sudah memiliki tangan. apanya yang bukan manusia!

kalau aborsi dilakukan karena faktor penyakit, atau kesehatan mungkin hal itu dapat dterima, itupun karena mengancam keselamatan salah satu atau keduanya *ibu dan anak*.

dari tadi gw banyak banget search tentang pictures dan artikel aborsi dan semuanya bikin gw ngeri!!! Goddammitt!! besar bayi nya gak lebih besar dari koin logam! tapi mereka udah punya anggota badan lengkap!!! masa yang kaya gini masih dibilang bukan manusia

dulu para pelaku aborsi baik itu dokter atau dukun beranak kek, bilang janin belom jadi manusia utuh hanya untuk menutupi kesalahan mereka pada si ibu dan pada diri mereka sendiri.. dan orang awam percaya aja apa kata dokter atau si dukun karena gak tau, gak bisa lihat dan jaman dulu cuma ada USG 2 dimensi!

ini ada artikel tehnik aborsi yang gw search dari google.

Adilatasi dan kuret (Dilatation & curettage)

Lubang leher rahim diperbear, agar rahim dapat dimasuki kuret, yaitu sepotong alat yang tajam. Kemudian janin yang hidup itu dicabik kecil-kecil, dilepaskan dari dinding rahim dan dibuang keluar. Umumnya terjadi banyak pendarahan. Bidan operasi ini harus mengobatinya dengan baik, bila tidak, akan terjadi infeksi.



Kuret dengan cara penyedotan (Sunction)

Pada cara ini leher rahim juga diperbesar seperti D & C, kemudian sebuah tabung dimasukkan ke dalam rahim dan dihubungkan dengan alat penyedot yang kuat, sehingga bayi dalam rahim tercabik-cabik menjadi kepingan-kepingan kecil, lalu disedot masuk ke dalam sebuah botol.

Peracunan dengan garam (Salt poisoned)

Cara ini dilakukan pada janin berusia lebih dari 16 minggu (4 bulan), ketika sudah cukup banyak cairan yang terkumpul di sekitar bayi dalam kantung anak, sebatang jarum yang panjang dimasukkan melalui perut ibu ke dalam kantung bayi, lalu sejumlah cairan disedot keluar dan larutan garam yang pekat disuntikkan ke dalamnya. Bayi yang malang ini menelan garam beracun itu dan ia amat menderita. Ia meronta-ronta dan menendang-nendang seolah-olah dia dibakar hidup-hidup oleh racun itu. Dengan cara ini, sang bayi akan mati dalam waktu kira-kira 1 jam, kulitnya benar-benar hangus. Dalam waktu 24 jam kemudian, si ibu akan mengalami sakit beranak dan melahirkan seorang bayi yang sudah mati. (Sering juga bayi-bayi ini lahir dalam keadaan masih hidup, biasanya mereka dibiarkan saja agar mati).

Histerotomi atau bedah caesar
Terutama dilakukan 3 bulan terakhir dari kehamilan. Rahim dimasuki alat bedah melalui dinding perut. Bayi kecil ini dikeluarkan dan dibiarkan saja agar mati atau kadang-kadang langsung dibunuh.

Pengguguran kimia (Prostaglandin)

Penggunaan cara terbaru ini memakai bahan-bahan kimia yang dikembangkan Upjohn Pharmaceutic
al Co. Bahan-bahan kimia ini mengakibatkan rahim ibu mengerut, sehingga bayi yang hidup itu mati dan terdorong keluar. Kerutan ini sedemikian kuatnya sehingga ada bayi-bayi yang terpenggal. Sering juga bayi yang keluar itu masih hidup. Efek sampingan bagi si ibu banyak sekali ada yang mati akibat serangan jantung waktu carian kimia itu disuntikkan.

Pil pembunuh
Pil Roussell-Uclaf (RU-486), satu campuran obat buatan Perancis tahun 1980. Pengaborsiannya butuh waktu tiga hari dan disertai kejang-kejang berat serta pendarahan yang dapat terus berlangsung sampai 16 hari.
Gue juga menyertakan gambar referensi untuk di lihat gimana jadinya.

belom lagi tambah segudang resiko yang di sebabkan oleh aborsi *gue search juga dari google

Aborsi memiliki resiko yang tinggi terhadap kesehatan maupun keselamatan seorang wanita. Tidak benar jika dikatakan bahwa jika seseorang melakukan aborsi ia “tidak merasakan apa-apa dan langsung boleh pulang”.
Ini adalah informasi yang sangat menyesatkan bagi setiap wanita, terutama mereka yang sedang kebingungan karena tidak menginginkan kehamilan yang sudah terjadi.

Ada 2 macam resiko kesehatan terhadap wanita yang melakukan aborsi:
1. Resiko kesehatan dan keselamatan secara fisik
2. Resiko gangguan psikologis


Resiko kesehatan dan keselamatan fisik
Pada saat melakukan aborsi dan setelah melakukan aborsi ada beberapa resiko yang akan dihadapi seorang wanita, seperti yang dijelaskan dalam buku “Facts of Life” yang ditulis oleh Brian Clowes, Phd yaitu:
1. Kematian mendadak karena pendarahan hebat
2. Kematian mendadak karena pembiusan yang gagal
3. Kematian secara lambat akibat infeksi serius disekitar kandungan
4. Rahim yang sobek (Uterine Perforation)
5. Kerusakan leher rahim (Cervical Lacerations) yang akan menyebabkan cacat pada
anak berikutnya
6. Kanker payudara (karena ketidakseimbangan hormon estrogen pada wanita)
7. Kanker indung telur (Ovarian Cancer)
8. Kanker leher rahim (Cervical Cancer)
9. Kanker hati (Liver Cancer)
10. Kelainan pada placenta/ari-ari (Placenta Previa) yang akan menyebabkan cacat
pada anak berikutnya dan pendarahan hebat pada saat kehamilan berikutnya
11. Menjadi mandul/tidak mampu memiliki keturunan lagi (Ectopic Pregnancy)
12. Infeksi rongga panggul (Pelvic Inflammatory Disease)
13. Infeksi pada lapisan rahim (Endometriosis)

Resiko kesehatan mental
Proses aborsi bukan saja suatu proses yang memiliki resiko tinggi dari segi kesehatan dan keselamatan seorang wanita secara fisik, tetapi juga memiliki dampak yang sangat hebat terhadap keadaan mental seorang wanita.

Gejala ini dikenal dalam dunia psikologi sebagai “Post-Abortion Syndrome” (Sindrom Paska-Aborsi) atau PAS. Gejala-gejala ini dicatat dalam “Psychological Reactions Reported After Abortion” di dalam penerbitan The Post-Abortion Review (1994).

Pada dasarnya seorang wanita yang melakukan aborsi akan mengalami hal-hal seperti berikut ini:
1. Kehilangan harga diri (82%)
2. Berteriak-teriak histeris (51%)
3. Mimpi buruk berkali-kali mengenai bayi (63%)

4. Ingin melakukan bunuh diri (28%)
5. Mulai mencoba menggunakan obat-obat terlarang (41%)
6. Tidak bisa menikmati lagi hubungan seksual (59%)

Diluar hal-hal tersebut diatas para wanita yang melakukan aborsi akan dipenuhi perasaan bersalah yang tidak hilang selama bertahun-tahun dalam hidupnya.


Ternyata aborsi memang gak cuma ngebuat luka fisik tapi juga mental. jadi dari sisi kesehatan memang sangat dilarang! apalagi dari sisi agama! aborsi sama aja dengan PEMBUNUHAN!
bayangin dong rasanya anak lo sendiri yang semstinya lo sayang dan pasti sayang sama lo harus lo buang gitu aja. atau tempatkan deh posisi lo di posisi si bayi! apa lo mau di bunuh gitu aja atas kesalahan yang dilakuin orang tua lo?!


Setelah ngebaca segala hal yang gue googling di atas.. dan lo masih mau melakukan aborsi... itu tandanya lo harus ke pskiater karena lo ternyata sakit jiwa!


Sumber:: http://www.aborsi.org